Sosialisasi dan Workshop E-Tax, E-Faktur, PMK 37/2015 dan Kebijakan Akutansi / Keuangan PT. Rajawali Nusindo

IMG_5804 cropingBidang Akuntansi Keuangan dalam perusahaan memiliki peranan signifikan terutama untuk memberikan informasi keuangan sebagai dasar dan pendukung dalam pengambilan sebuah keputusan dalam suatu perusahaan. Berbagai kepentingan, keputusan, dan juga penggunaan informasi keuangan dalam perusahaan membuat ilmu akuntansi mengalami perkembangan. Informasi yang dihasilkan bukan hanya sebatas pada pelaporan keuangan sebagai bentuk pertanggungjawaban manajemen, namun juga sebagai instrumen pendukung pengambilan suatu keputusan di masa mendatang, juga peramalan laba.
IMG_5805 cropingPada dasarnya proses akuntansi akan membuat output laporan rugi laba, laporan perubahan modal, dan laporan neraca pada suatu perusahaan atau organisasi lainnya. Akuntansi juga sangat erat kaitannya dengan praktik perpajakan. Akuntansi pajak berfungsi mengolah data kuantitatif untuk disajikan sebagai laporan perpajakan. Akuntansi pajak merupakan bahasan mengnenai peraturan perpajakan, baik mengenai PPh, PPn, dan pajak-pajak daerah dikaitkan dengan akuntansi. Pada perusahaan bersekala menengah dan besar, kesadaran akan pentingnya akuntansi pajak telah ada dan diterapkan secara serius.
Menyadari akan pentingnya sistem perpajakan, dan ilmu akutansi/keuangan yang semakin berkembang, Rajawali Nusindo memberikan tambahan pengetahuan dan wawasan yang berkaitan dengan e-tax, e-faktur, Peraturan Mentri Keuangan 37/2015 dan kebijakan akuntansi/keuangan, melalui pelatihan untuk bidang-bidang tersebut dengan peserta Kepala Akutansi dari seluruh cabang. Pelatihan juga ditujukan untuk mengembangkan soft competency dan sebagai forum sharing pengetahuan dan pengalaman. Sosialisasi dan Workshop ini dilaksanakan selama 4 hari di Hotel Yasmin Tangerang dimulai dari tanggal Selasa 5 Mei 2015 sampai Jumat 8 Mei 2015.

IMG_5840 cropingAcara dibuka dengan pemaparan dari (GM) Akuntansi Keuangan, Nurdin Iswahjudi. Nurdin juga melakukan bahwa Sosialisasi mengenai program e-faktur yang akan dimulai per juli 2015. Hal ini dikarenakan Rajawali Nusindo per April 2015 sudah ditunjuk sebagai perusahaan WAPU, untuk itu diharapkan agar cabang bisa tepat waktu dalam hal pembayaran karena Perusahaan sudah bekerja sama dengan Bank Mandiri secara e-Tax. Nurdin juga berpesan agar progam E-SPT pajak dapat segera di implementasikan di cabang masing-masing.
Acara dilanjutkan dengan sambutan Agus Mutiar selaku Direktur Keuangan & Akuntansi Rajawali Nusindo. Agus menyampaikan bahwa Kepala Akutansi yang dikumpulkan saat ini agar lebih memahami tentang pajak terkait Perusahaan sebagai wajib pungut, karena ada risiko yang lebih besar apabila pelaksanaan perpajakan tidak sesuai dengan peraturan perpajakan. Kepala cabang dan Kepala akutansi akan diberikan sanksi atas kesalahan tersebut. Agus juga menegaskan tentang pentingnya penyeragaman kode barang di setiap cabang. Untuk kedepannya IT akan dibuatkan bagian-bagian tersendiri, seperti IT Akuntansi, IT Keuangan, IT Program, dengan tujuan mempermudah dalam pengerjaan keuangan dan akuntansi, sehingga Laporan Keuangan dari Cabang tidak harus menunggu lama saat tutup buku akhir bulan.
IMG_5717 cropingSelanjutnya Agus berpesan untuk persediaan barang dan piutang agar lebih diperhatikan, apabila persediaan tinggi maka cashflow dapat terkena dampaknya, begitupun dengan piutang harus dikawal agar tidak terjadi pelanggaran. Dan untuk Dana Pensiun, beliau menjelaskan bahwa SDM akan memberlakukan kepesertaan DAPEN tidak lagi melalui DAPEN tetapi melalui DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan), untuk kesehatan juga akan dicover oleh BPJS. Acara selanjutnya adalah Sosialisasi layanan e-Tax yang berlangsung hingga hari kedua. Dihari ketiga acara terdiri atas sosialisasi PMK 37/2015, Sosialisasi e-faktur, dan Pengaplikasian e-Faktur. Pada sesi Sosialisasi Peraturan 37/pmk.03.2015 dan workshop perpajakan dilakukan oleh Team Trainer dari KPP LTO 3 tentang definisi, fungsi, tata kelola, serta penggunaan e- faktur.

IMG_5818 resize
Acara kemudian dilanjutkan dengan Workshop e-tax, dan Pengaplikasian e-tax yang di sampaikan oleh Team Trainer dari Bank Mandiri sampai selesai. Pada hari terakir kegiatan terdiri, Refresh atas kebijakan Akuntansi yang berisi tiga materi. Materi Perpajakan menjadi agenda pertama yang di bahas dan di sampaikan oleh Anna Pontiwati (Staff Perpajakan).
Acara selanjutnya di lanjutkan dengan materi Keuangan yang di sampaikan Suryo Hartomo (Staff Keuangan). Dan materi dan Sharing Experience Akuntansi yang dibawakan oleh Supono (Kacab Tanggerang).

IMG_5733 cropingSetelah setelah kegiatan tersebut acara dilanjutkan dengan Sarahsehan SDM yang di moderatori oleh (GM) SDM dan Umum Gita Indriati. Gita memberitahukan terhitung Januari 2015 dana pensiun tidak lagi melalui Dapen RNI, tetapi melalui DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan), dalam hal ini perusahaan memilih Beringin Life.

IMG_5811 cropingUntuk Dapen RNI termasuk kedalam program Manfaat Pasti sedangkan Beringin Life termasuk kedalam program Iuran Pasti, Iuran Wajib Bringin Life adalah 17%, beban perusahaan 12% dan peserta 5%, dengan mekanisme pemotongan sama seperti pemotongan di Dapen RNI. Sedangkan Peserta akan mendapatkan rekening Koran atas pembayaran iuran di Beringin Life. Untuk BPJS akan diberlakukan per Juli 2015, untuk cabang-cabang yang sudah terdaftar, Gita menyarankan agar jangan dibayarkan terlebih dahulu. Iuran BPJS adalah sebesar 4,5%, beban perusahaan 4% dan karyawan 0,5%.
Setelah Sarahsehan acara pun dilanjutkan dengan arahan dari Direktur Operasional Chaerani Harahap yang memberikan materi tentang Opersional Marketing. Adapun arahan dari Chairani adalah :
1. Tidak adanya beban biaya pengiriman untuk produk e-katalog,
2. Fungsi kanvas di operasional HC ditiadakan, dan untuk membuka lock penjualan harus mengirimkan SPK ke Kantor Pusat
3. Semua Insentif kedepannya akan dikaitkan dengan Term of Payment (TOP) piutang pelanggan
4. Ka. Cab dan Ka. Aku melakukan monitoring biaya promosi secara melekat (Waskat)
5. Terkait ada beban diskon atau biaya promosi beban prinsipal harus di klaim secara teratur tiap bulan,
6. Cabang melakukan evaluasi sisa persediaan e-catalog, dan mengirimkan data barang-barang yang tidak bergerak selama 6 bulan ke bagian Logistik

IMG_5860 cropChairani selanjutnya menjelaskan sehubungan dengan Phapros yang sudah melakukan ISO yang tidak memperbolehkan adanya retur atas overstok (kecuali barang ED atau rusak), maka untuk setiap pernyataan dari marketing phapros yang memperbolehkan adanya retur harus terlebih dahulu meminta surat persetujuan barang retur dari Direktur Phapros. Acara akhirnya di tutup dengan arahan dari Tony Visiyanto selaku Direktur Utama Rajawali Nusindo. Beliau menjelaskan dengan adanya Sosialisasi dan Workshop ini diharapkan cabang-cabang mampu menerapkan dan melaksanakannya, jangan segan-segan untuk bertanya dengan Kantor Pusat apabila ada masalah atau kendala dalam pelaksanaan di akuntansi, keuangan dan IT. Setelah penutupan acara pun dilanjutkan dengan foto bersama, hiburan Live Musik dan jamuan makan malam. (Salman Nusindo)

IMG_5899 CROP