Sosialisasi Cara Distribusi Obat yang Baik

Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB) merupakan ketentuan dan standar yang harus dijalankan oleh setiap pelaku bisnis distribusi farmasi. Aturan tersebut bersifat mutlak dan akan ada sanksi apabila tidak dijalankan.
Pada tanggal 21 s/d 26 Maret 2010 yang lalu PT Rajawali Nusindo melaksanakan Sosialisasi CDOB yang dikemas dalam program Pelatihan Fungsional Bidang Logistik. Pelatihan ini diberikan untuk karyawan-karyawan yang terkait dengan fungsi dan peran pengelolaan alur barang atau logistik, meliputi Penanggung Jawab Farmasi/ Alkes, Administrasi Pesanan dan Pergudangan. Pelatihan dilaksanakan selama 5 hari di Hotel Royal Safari Garden Cisarua.

Dalam kesempatan Pembukaan Kegiatan yang dihadiri oleh Dewan Direksi PT Rajawali Nusindo, disampaikan betapa pentingnya peran Bagian Logistik atau pengelolaan barang dalam bisnis Nusindo. Salah satu key performance indicator (KPI) yang mempengaruhi penilaian kinerja usaha adalah terkait dengan tingkat perputaran persediaan (inventory) yang juga berpengaruh pada kinerja keuangan perusahaan. Bahkan, khususnya terkait dengan CDOB, jika tidak dilaksanakan dapat berdampak pada sanksi pengehentian operasional yang dapat merugikan perusahaan dan seluruh karyawan di dalamnya.

Dalam kesempatan pelatihan tersebut diberikan 1 sesi khusus untuk sosialisasi dan pelatihan mengenai Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB) selama satu hari penuh dengan pembicara adalah yaitu Bapak Murcana. Bapak Murcana merupakan pensiunan Balai POM yang juga salah satu konseptor CDOB sehingga sangat memahami latar belakang, isi dan impelementasi CDOB yang telah dibakukan.

Selain itu dalam pelatihan ini juga diberikan materi-materi terkait SOP Pemesanan dan Pergudangan oleh Tim Logistik Kantor Pusat, sharing dari principal yaitu Biofarma dan Phapros, sosialisasi SOP bidang Akuntansi, Keuangan dan Teknologi Informasi serta Seminar Motivasi dengan pembicara Bapak Edy Santoso dari Eagle Spirit Consultant. Disamping materi-materi pelatihan, peserta juga diajak rekrasi ke Taman Safari Indonesia di Cisarua dan kunjungan ke gudang kantor pusat sebagai lokasi percontihan penerapan CDOB. Secara resmi pelatihan ditutup pada tanggal 25 Maret 2010 oleh Dewan Direksi yang diisi dengan acara keakraban dan hiburan yang melibatkan seluruh peserta dalam suasana yang penuh kekeluargaan.

Pelatihan Logistik ini merupakan agenda pelatihan yang relatif sukses dalam pelaksanaan dan diharapkan dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya untuk peningkatan kinerja perusahaan. Peserta sangat antusias mengikuti setiap kegiatan dan mengarapkan bahwa program semacam ini menjadi agenda rutin yang dapat dilaksanakan setiap tahun sehingga pengetahuan dan keterampilan semakin meningkat. Semoga dengan pelatihan ini membawa PT. Rajawali Nusindo menjadi semakin jaya. (ak)