Rajawali Nusindo Menerapkan Sistem Audit Berbasis Risiko (Risk Based Audit)

 

IMG_0520

Banyak pihak dewasa ini semakin mengandalkan peran Auditor  Internal dalam mengembangkan dan menjaga efektivitas system pengendalian internal, pengelolaan risiko, dan corporate governance. Di Indonesia , pembentukan fungsi audit internal merupakan keharusan bagi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Lembaga Pemerintah . Sistem pengendalian intern semakin manjadi tumpuan dalam mewujudkan organisasi yang sehat. Kewajiban untuk mengembangkan, menjaga dan melaporkan sistem pengendalian intern merupakan ketentuan bagi instansi pemerintah dan BUMN. Auditor Internal dapat Memberikan sumbangan  yang besar bagi komisaris, dewan pengawas, direksi, komite audit, pimpinan organisasi/lembaga, serta manajemen dalam menaati kewajiban tersebut dan member nilai tambah organisasi. Audit Berbasis risiko merupakan sistem audit terkini yang merupakan pengembangan dari system tradisional audit yang telah ada sebelumnya. Dengan adanya risk based audit ini diharapkan sistem pengendalian internal dapat semakin efektif karena pengelolaan risiko perusahaan dilakukan sedini mungkin, dan potensi risiko yang ada dapat segera di mitigasi.

IMG_0518Sehubungan dengan itu pada tanggal 11 November 2014 PT. Rajawali Nusindo berkunjung ke gedung BPKP pusat guna membahas pendampingan dengan BPKP dalam penyusunan Pedoman Audit Berbasis Risiko (RBA). Dalam kunjungan ini Direktur utama Rajawali Nusindo Tony Visianto di dampingi Kepala SPI Triono Putranto dan Manager Sekretariat Perusahaan Yanto Togi Marpaung mendiskusikan tentang persiapan-persiapan yang akan dilaksanakan. Dalam penyusunan RBA PT. Rajawali Nusindo ini BPKP mendampingi serta membantu dalam penyusunan (manual) audit berbasis risiko, Penyusunan Standard Operating Procedures (SOP) Risk Based Audit, Pelatihan tenaga auditor internal (SPI) dan manajemen risiko terkait implementasi Audit Berbasis Risiko (RBA), hingga Sosialisasi Implementasi Audit Berbasis Risiko (RBA) pada manajemen dan karyawan PT. Rajawali Nusindo. Dengan implementasi Audit Berbasis Risiko ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja internal baik SPI maupun Manajemen Risiko. Program pendampingan tersebut rencananya dimulai pada awal Desember 2014 hingga awal tahun 2015. Diharapkan dengan implementasi audit berbasis risiko ini, PT. Rajawali Nusindo semakin dapat meningkatkan kinerjanya. (Salman Nusindo)