RN Cabang Surabaya-1 Meraih Sertifikat CDOB

Kesehatan adalah salah satu indikator tingkat kesejahteraan manusia sehingga menjadi prioritas dalam pembangunan nasional suatu bangsa. Salah satu komponen kesehatan yang sangat penting adalah tersedianya obat sebagai bagian dari pelayanan kesehatan masyarakat. Hal itu disebabkan karena obat digunakan untuk menyelamatkan jiwa, memulihkan atau memelihara kesehatan. Industri farmasi sebagai industri penghasil obat, memiliki peran strategis dalam usaha pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Gaya hidup masyarakat saat ini, sangat mempengaruhi pola konsumsinya.

Di Era globalisasi yang serba modern ini, dimana semua perindustrian semakin meningkat pesat seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi terutama dalam bidang farmasi. Salah satunya adalah perusahaan besar yang mendistribusikan obat dan alat kesehatan. Untuk memenuhi kebutuhan obat dan alat kesehatan tersebut, maka sangat diperlukan suatu sarana yang dapat menyalurkan obat dan alat kesehatan yaitu melalui Pedagang Besar Farmasi ( PBF ).

Pedagang Besar Farmasi adalah suatu usaha berbentuk badan hukum yang memiliki izin untuk pengadaan, penyimpanan, penyaluran, perbekalan farmasi dalam jumlah besar sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

 Rajawali Nusindo selaku Pedagang Besar Farmasi melakukan pekerjaan kefarmasian terutama menyangkut pembuatan, pengendalian mutu sediaan farmasi, pengadaan, penyimpanan, pendistribusian dan pengembangan obat. Untuk menghasilkan produk obat yang bermutu, aman dan berkhasiat diperlukan suatu tahap kegiatan yang sesuai CDOB.

CDOB itu sendiri adalah pedoman yang memuat prinsip-prinsip Cara Distribusi Obat Yang Baik (CDOB) atau Good Distribution Practice (GDP) disebut juga yang berlaku untuk aspek pengadaan, penyimpanan, dan penyaluran, termasuk pengembalian obat dan/atau bahan obat dalam rantai distribusi.CDOB berlaku juga untuk obat, bahan obat, produk biologi (termasuk vaksin), obat donasi, baku pembanding, dan obat klinis.

Semua pihak bertanggung jawab dan menerapkan prinsip kehati-hatian (due diligence) untuk memastikan mutu obat dan /atau bahan obat selama rantai distribusi sesuai dengan tugas dan kewenangannya masing masing.

Pada tanggal 21 s/d 26 Maret 2010 yang lalu, PT Rajawali Nusindo melaksanakan Sosialisasi CDOB yang dikemas dalam program Pelatihan Fungsional Bidang Logistik. Pelatihan ini diberikan untuk karyawan-karyawan yang terkait dengan fungsi dan peran pengelolaan alur barang atau logistik, meliputi penanggung Jawab Farmasi/Alkes, Administrasi Pesanan dan Pergudangan. Pelatihan dilaksanakan selama 5 hari di Hotel Royal Safari Garden Cisarua.

Harapan diselenggarakannya sosialisasi ini yaitu untuk mendorong agar semakin banyak cabang yang meraih sertifikasi CDOB. Setelah cabang Bandung, selanjutnya cabang Surabaya-1 berhasil meraih sertifikat CDOB yang diterima pada tanggal9 Desember 2014. Akhir kata, selamat buat cabang Surabaya-1, semoga hal ini dapat memicu cabang lainnya untuk memperoleh sertifikasi CDOB. (Salman Nusindo)