Rajawali Nusindo Merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW

IMG_1249 Umat islam di berbagai penjuru dunia sangat bersuka cita dengan masuknya bulan Rabiul Awwal, atau biasa disebut banyak orang sebagai bulan “Maulid”. Memang hal ini layak dan pantas sebab pada bulan inilah terjadinya Maulid (kelahiran) Nabi yang paling mulia, Nabi yang meliputi alam semesta dengan Risalah dan Rahmat-nya, Nabi yang paling banyak mendapat fadhail (keutamaan) dan keistimewaaan, beliaulah Nabi kita, Sayyiduna Muhammad bin Abdillah SAW.

Rasululllah menjadi bukti yang nyata terhadap kebenaran ajaran yang disampaikan oleh beliau. Sifat-sifat beliau yang jujur, tabligh, amanah dan fathonah menjadi pertanda bahwa beliau tidak berbohong menunjukkan bahwa ajaran itu benar2 beliau terima dan kondisi masyarakat tempat beliau menunjukkan ajaran yang beliau terima benar-benar berasal dari Allah, bukan hasil kreasi atau karangan beliau sendiri. IMG_1193Sosok Nabi Muhammad terus menjadi perhatian dari zaman ke zaman, baik itu riwayat hidupnya, kebiasaan-kebiasaannya, dan juga prestasi-prestasi yang telah ia capai. Kemudian, bermula dari bulan kelahiran Nabi Muhammad inilah saat ini kaum muslimin serentak di berbagai daerah mengadakan peringatan Maulid Nabi Muhammad, hampir sebulan penuh mereka mengisi hari-hari tersebut dengan mengumpulkan orang-orang membaca kitab Maulid, bersholawat, memuji Rasulullah dan mendengarkan ceramah agama kemudian menikmati hidangan. 

Kesemuanya itu tidak lain adalah perwujudan kesenangan hatinya menyambut datangnya bulan yang mulia iniIMG_1242Semua yang berkaitan dan berhubungan dengan beliau saw menjadi mulia. Pada tanggal 8 Januari 2015 PT. Rajawali Nusindo bersama dengan Holding Company PT. Rajawali Nusantara Indonesia dan para anak perusahaan lainnya juga meryakan Maulid Nabi Muhammad SAW, yang bertempat di Auditorium lantai 6 gedung RNI. Turut mengundang pula sebagai Penceramah Prof.Dr. KH. Ali Mustafa Ya’kub, MA (Imam besar Masjid Istiqlal – Jakarta).

IMG_1256Acara Maulid Nabi dibuka dengan kata sambutan Direktur Utama RNI, Ismed Hasan Putro. Beliau berpesan agar suri tauladan Nabi Muhammad SAW bisa di contoh dan diterapkan di dalam setiap pekerjaan, dari kejujurannya, kepemimpinannya, dan kedisiplinannya. Diharapkan dengan kita meneladani Nabi Muhammad SAW, kita akan semakin sadar dan bertanggung jawab atas amanah yang diberikan oleh perusahaan. Acara pun dilanjutkan dengan ceramah dari Prof.Dr. KH. Ali Mustafa Ya’kub, MA. Dalam ceramahnya beliau mengajak para jamaah yang hadir untuk mengambil hikmah dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, yaitu dengan meneladani Nabi Muhammad SAW. Beliau menjelaskan akan pentingnya nilai kejujuran dan ahklak yang di ajarkan oleh Rasulullah SAW. Karena dosa yang ditimbulkan dari kebohongan dan sesuatu yang bersifat haram dapat mencegah kita untuk memasuki pintu surga. IMG_1320Acara Maulid Nabi pun di tutup dengan kultum dan doa bersama dari Ust. H. Amirudin Said (Qori Internasional – Imam Rowatib Masjid Kubah Emas – Depok) Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW memiliki banyak hikmah dan manfaat. Salah satunya adalah menunjukkan kecintaan yang tinggi terhadap Rasulullah SAW. Maulid Nabi Besar Muhammad SAW diperingati setiap tanggal 12 Rabiul Awal yang bertepatan dengan hari kelahiran Nabi Besar Muhammad SAW. Bentuk peringatannya berbeda – beda di setiap tempat, ada yang berlangsung sangat meriah, dan ada pula yang berlangsung sederhana.

Dibalik semua perayaan yang berlangsung tersebut, ada hal yang paling penting untuk kita renungkan bersama agar perayaan itu bukan sekedar seremonial belaka. IMG_1286Tradisi Islam mengenal budaya peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai momen untuk ‘menghidupkan’ kembali ke-tokoh-an Rasulullah SAW melalui pembacaan lembaran – lembaran sejarah Nabi Muhammad SAW.  Kehadiran sejarah Rasulullah menjadi inspirasi paling sempurna bagi seorang muslim dalam menjalani apapun dalam realitas hidupnya.Sudah saatnya kini, generasi Islam memaknai Maulid Nabi SAW sebagai momen spiritual untuk merenungkan kemulian akhlak dan suri teladan yang diwariskan Rasulullah SAW kepada ummatnya, mentasbihkan Rasulullah SAW sebagai figur tunggal yang mengisi pikiran, hati, dan pandangan hidup kita. Maulid Nabi Muhammad SAW bukan lagi dipandang sebagai sebuah kesemarakan seremonial, tapi perenungan dan pengisian batin agar tokoh sejarah tidak menjadi fiktif dalam diri kita, tapi betul-betul secara kongkrit tertanam, mengakar, menggerakkan detak-detak jantung dan aliran darah ini.

(Salman Nusindo)