PT. Rajawali Nusindo ramaikan Hospital Expo 2015 di JCC

IMG_7514Bisnis alat kesehatan (alkes) di Indonesia mengalami perubahan yang sangat drastis dengan mulai dijalankannya Jaminan Kesehatan Nasional. Kebutuhan akan layanan rumah sakit yang bermutu seiring dengan semakin membaiknya perekonomian dan derajat kesehatan masyarakat. Dalam beberapa tahun belakangan ini, industri alat kesehatan Indonesia telah mengalami perkembangan yang cukup berarti dengan diterbitkannya berbagai peraturan dan perundang-undangan yang bertujuan untuk mendorong investasi dan menciptakan kondisi bisnis dan jasa rumah sakit yang lebih baik.
IMG_7495Bisnis alat kesehatan kini bukan hanya menjadi sesuatu atau seperangkat alat yang dibutuhkan oleh pusat-pusat kesehatan dan rumah sakit, melainkan juga oleh setiap rumah. Keberadaan peralatan kesehatan telah menjadi sesuatu yang harus dimiliki oleh setiap rumah mengingat fungsi pemeriksaan dini dan pertolongan pertama sangatlah penting guna menghindari berbagai resiko kesehatan yang lebih fatal.
Oleh karena itu, permintaan akan peralatan kesehatan cenderung semakin meningkat setiap bulannya apalagi kini telah banyak masyarakat yang sadar akan fungsi pemeriksaan dini dan pertolongan pertama.
Situasi ini banyak dimanfaatkan oleh pebisnis untuk membuka peluang usaha. Jual alat kesehatan menjadi salah satu peluang usaha yang prospektif dan profitable saat ini.
IMG_7426Maka dari itu Rajawali Nusindo selalu hadir dalam Event Hospital Expo yang selalu di adakan setiap tahun. Hospital Expo 2015 ini adalah pameran yang ke- 28 yang pernah digelar, Pelaksanaan Hospital Expo Tahun 2015 ini berlangsung selama 4 hari (tgl. 21 – 24 Oktober 2015) di JCC.
Pameran ini memberikan informasi terbaru tentang alat kesehatan kepada para pelaku industri kesehatan di Indonesia dan diharapkan mampu merangsang produsen alat kesehatan lokal semakin berani berekspansi sehingga tidak perlu lagi mendapatkan perlengkapan dan produk kesehatan dari tempat lain.
IMG_7467Salah satu pengunjung Hospital Expo 2015 di JCC Rozyman Arif yang berkunjung ke Stand Rajawali Nusindo menjelaskan tentang keuntungan dan kemudahan berbisnis serta membeli produk alat kesehatan melalui system online atau e-catalog. Menurut pria yang bekerja di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Palembang, “Sekarang para usahawan ini lebih banyak menggunakan media online atau e-catalog untuk melakukan bisnisnya karena lebih simpel dan mudah dalam pengembangan bisnis. Sistem e-catalog adalah sistem informasi elektronik yang memuat informasi seputar daftar nama produk, jenis, spesifikasi teknis, harga satuan terkecil, dan pabrik penyedia.
Harga yang tercantum dalam e-catalog adalah harga satuan terkecil, di mana sudah termasuk pajak dan biaya distribusi. Pengadaan barang yang sudah termuat dalam e-Catalog dilaksanakan melalui mekasisme e-Purchasing, serta bersifat penunjukkan langsung oleh satuan kerja. Pengertian sederhana e-Catalog (e-katalog) adalah suatu daftar yang dibuat secara elektronik yang bisa diakses secara online berbasis internet.
IMG_7349Dalam event ini Rajawali Nusindo juga membuka stand alat kesehatan yang lebih menarik di bandingkan Hospital Expo sebelumnya, dengan space yang lebih luas serta produk produk alkes yang lebih lengkap.
Rajawali Nusindo sendiri memasarkan produk-produk dari abbot, mindray, socorex, humasens, reagent, riele, solaris, smiths, ahmadaris dan lain-lain. Selain itu di dalam stand Rajawali Nusindo ini para pengunjung juga dapat memeriksa kesehatan mereka dari tensi darah, gula, dan kesehatan mata serta mendapatkan informasi-informasi tentang produk yang di pamerkan.
Selain itu ajang ini juga bisa menjadi penghubung antar para pelaku industri kesehatan baik itu konsumen, produsen maupun yang lainnya sehingga bisa tercipta sebuah jaringan yang saling menguntungkan satu sama lain.
Penyedia alat kesehatan dan produk perumahsakitan yang berpameran di Hospital Expo ke-28 bukan hanya berasal dari Indonesia. Sebanyak 169 perusahaan yang berpameran di acara yang diselengarakan berbarengan dengan Seminar Nasional Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) ke-13 berasal dari luar negeri, seperti Amerika Serikat, Tiongkok, Uni Eropa, Hongkong, Inggris, Italia, Turki, Vietnam hingga Korea Selatan.

IMG_7461

Sementara, sebanyak 296 perusahaan berasal dari dalam negeri, mereka adalah rumah sakit (RS), produsen dan distributor alat kesehatan serta aneka produk terkait perumahsakitan lainnya. Para peserta pameran yang berlangsung 15 hingga 18 Oktober 2014 itu menyasar kalangan perumahsakitan yang hadir sebagai peserta seminar Persi maupun yang khusus mendatangi Jakarta Convention Centre (JCC). (Salman Nusindo)