Proses Penyiapan Kader-Kader Melalui Pelatihan Induksi dan Akselerasi Pimpinan Cabang Rajawali Nusindo 2017

IMG_3887Jakarta- Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan salah satu kunci penting yang mempengaruhi jalannya suatu perusahaan. Karena, kunci keberhasilan untuk memenangkan persaingan dan tantangan global didalam perusahaan berada pada Sumber daya Manusia (SDM) yang baik. Peran HRD (Human Resource Departement) dinilai sangat penting guna menerapkan strategi apa yang diterapkan dalam menciptakan SDM yang mempunyai nilai efektifitas dalam bekerja, yaitu dengan menerapkan program Kaderisasi, Pengembangan Kompetensi dan Training (Pelatihan).

Pelatihan memang sudah seharusnya tidak terlepas dari program peningkatan kinerja. Karena dengan pelatihan, SDM di suatu perusahaan akan mendapat banyak ilmu baru yang akan memberikan dampak positif terhadap kemajuan perusahaan.

Begitu halnya dengan PT Rajawali Nusindo, Melalui Training Induksi dan Akselerasi Pimpinan Cabang PT Rajawali Nusindo, setiap peserta diharapkan mampu memahami mengenai proses bisnis, posisi jabatan, sasaran pekerjaan dan apa saja yang harus dihadapi dilingkungan baru serta melatih setiap kader-kader pimpinan cabang menjadi pimpinan cabang yang semakin tangguh, unggul dan terpercaya. Para calon kader pimpinan cabang diberi pemahaman knowledge, pengenalanterhadap lingkungan kerja baru agar dalam pelaksanaannya bisa lebih efektif dan dapat bekerja sesuai fungsinya untuk mencapai tujuan perusahaan.

Induksi atau pengenalan kepada karyawan yang menduduki jabatan baru dinilai sangat penting, disamping untuk proses pengenalan proses bisnis, induksi pun bertujuan untuk menciptakan rasa tanggung jawab kepada setiap peserta terhadap pekerjaan dan tugas yang akan di hadapi nanti. Tidak hanya itu, tujuan yang lainnya, menciptakan pemimpin untuk cabang yaitu kepala operasional dan kepala akutansi & keuangan untuk bisa mengelola oprasional cabang secara strategis dan profitable dan bagaimana menjadi calon Leader yang diinginkan.

Dalam kegiatan yang dilaksanakan tanggal 09 – 10 Februari 2017 yang bertempat di Hotel Puri Denpasar Jakarta, peserta dibekali pemahaman bagaimana dan apa yang harus dilakukan setelah menjadi pimpinan cabang, masalah apa yang akan dihadapi serta penanganan masalah (Problem Solving).

“Akselerasi ini diselenggarakan karena kita melihat bahwa proses pengkaderan di Nusindo ini sudah dirasakan sangat perlu. Data menunjukan bahwa karyawan yang akan menghadapi masa persiapan pensiun (MPP) sampai 2020 dari semua divisi sudah mencapai 136 orang,” ujar Trihatma Satoto, General Manager SDM&Umum PT Rajawali Nusindo pada acara Pelatihan Induksi dan Akselerasi Pimpinan Cabang, Kamis (9/2).IMG_3871

Keikutsertaan para kader kepala cabang dan kepala operasional PT Rajawali Nusindo diikuti oleh 11 peserta yang menjabat dalam posisi baru hasil Assessment, yaitu Bandung, Bogor, Jakarta, Kudus, Makassar, Malang, Manado, Medan, Semarang, Surabaya dan Yogyakarta.

 

Pelaksanaan pembukaan kegiatan dilaksanakan dengan sambutan IMG_3881serta arahan strategi, penyampaian visi dan misi perusahaan yang langsung disampaikan oleh seluruh jajaran Direksi PT Rajawali Nusindo yaitu Direktur Utama Sutiyono, Direktur Keuangan Y Nanang Marjianto dan Direktur Trading Agus Mutiar. Kegiatan pelatihan pun dibuka secara simbolis oleh Direktur Utama PT Rajawali Nusindo Sutiyono dengan penyematan Nametag Training kepada salah satu peserta tanda bahwa kegiatan pelatihan induksi dan akselerasi pimpinan cabang resmi dibuka.

Disesi akhir hari pertama pelaksanaan pelatihan, Direktur Health Care & ConsumerPT Rajawali Nusindo Lukmanul Hakim pun memberikan arahan terkait betapa pentingnya induksi dan kaderisasi karyawan disebuah perusahaan, khususnya untuk PT Rajawali Nusindo. Lukman pun mengatakan yang perlu digaris bawahi dalam bisnis Distribusi ini terkait 2 aspek penting yaitu sistem dan bisnis proses, “Sistem dan bisnis proses harus dikawal dengan baik, karena tidak ada hasil yang bisa anda dapat tanpa sistem dan bisnis proses yang benar.”ujarnya. Tujuan dari terselenggaranya kegiatan ini yaitu untuk menciptakan kader sumber daya yang berkualitas dan mumpuni, “Apalah Arti 1000 orang tidak berkualitas dibanding 1 orang yang berkualitas, itu supaya Rajawali Nusindo semakin tangguh, unggul dan akhirnya menjadi suatu kepercayaan” Pesan Direktur Health Care & Consumer.

Dalam kegiatan yang diselenggarakan 2 hari ini, banyak sekali ilmu yang didapat peserta dari penyampaian pemateri yang disampaikan oleh para General Manager dan Manager seluruh Divisi PT Rajawali Nusindo. Penyampaian materi ini meliputi SOP (Standar Operasional Prosedur) dan kebijakan-kebijakan yang ada di PT Rajawali Nusindo. Divisi-divisi yang turut memberikan materi kepada para peserta pelatihan diantaranya Logistik, Akutansi dan Keuangan, Sekretaris Korporasi, SDM, Teknologi Informasi, Distribusi dan Marketing dan Agro Industri.

Yang menarik dalam pelaksanan pelatihan ini, peserta pelatihan pun terlihat sangat interaktif dengan memberikan pertanyaan-pertanyan kepada pemateri seputar materi yang disampaikan, yang meliputi penyusunan anggaran perusahaan, kelengkapan infrastruktur CDOB (Cara Distribusi Obat yang Baik) & CDAKB (Cara DistribusiAlat Kesehatan Yang Baik), Piutang, penagihan dan Persedian Barang.

Dalam IMG_3132wawancara bersama salah satu peserta pelatihan induksi dan akselerasi, Endang Prihana yang kini menjabat sebagai Sales Manager PT Rajawali Nusindo mengatakan bahwa training Induksi ini sangat membantu khususnya bagi karyawan Rajawali Nusindo untuk mendapat pemahaman lebih detail tentang alur dan bisnis proses, “Pelatihan ini sangat membantu sekali dalam pembekalan karyawan dalam pemahaman tentang bisnis di Rajawali Nusindo, dan saya harap untuk kedepannya kegiatan ini terus berkesinambungan untuk mencapai tujuan dari Rajawali Nusindo” Pesannya. Tidak hanya dilihat dari banyaknya peserta yang bertanya, keberhasilan training pun terukur dari hasil prepost-posttest sebagai standar training internal PT Rajawali Nusindo yang diberikan oleh panitia penyelenggara, dari hasil pretest-posttes ini menunjukan efektifitas pemateri dalam penyampaian materi kepada para peserta pelatihan dan indikator peserta dalam menyerap materi selama pelatihan. (Rizki Nusindo)