Pengaruh Buruk Sosial Media Terhadap Anak

Dua ilmuwan Eropa melakukan penelitian mengenai dampak negatif yang ditimbulkan jejaring sosial di dunia maya. Penelitian itu menyurvei sekitar 50 ribu orang di seluruh Italia selama kurun waktu dua tahun.
Dua ilmuwan itu adalah Fabio Sabatini dari Sapienza University of Rome di Italia dan Francesco Sarracino dari Statec di Luxembourg. Mereka menyimpulkan interaksi yang dilakukan secara langsung (face to face) dapat lebih meningkatkan tingkat kepercayaan kepada seseorang. Rasa percaya yang timbul, pada akhirnya memiliki dampak positif terhadap kesejahteraan seseorang. Sementara, dengan media online, interaksi tergantikan dengan komunikasi digital.

Hal ini menurut peneliti, berdampak negatif karena menurunkan tingkat kepercayaan seseorang kepada orang lain. Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), Semuel Abrijani Pangerapan, mengatakan, dampak negatif yang ditimbulkan pada aktivitas jejaring sosial, adalah ketika remaja dan anak-anak kecanduan dan tidak mengenal waktu. “Mereka selalu update terhadap situs jejaring sosial yang mereka miliki,” kata pria yang akrab disapa Semmy ini kepada Harian Terbit di Jakarta, Rabu (10/9) kemarin. Ia menuturkan, hal tersebut dapat menjadi salah satu faktor yang belakangan ini marak kasus penculikan terhadap gadis remaja setelah berkenalan lewat jejaring sosial. “Coba lihat, ada juga yang melarikan diri atau kabur dari rumah setelah berkomunikasi dengan teman jejaring sosialnya,” imbuhnya.

Semmy menambahkan, dampak negatif situs jejaring sosial lainnya muncul pada perubahan sikap yang ditunjukan setelah remaja tersebut kecanduan. “Perilaku malas timbul karena terlalu asyik dengan jejaring sosial, mereka juga lupa akan kewajiban sebagai pelajar,” tuturnya.

Selain itu, mereka juga akan cenderung lebih egois dan tidak peduli dengan lingkungan sekitar. “Waktu yang mereka miliki dihabiskan untuk internet,” tandasnya.
Pengamat teknologi informasi, Heru Sutadi, menambahkan, tingkat pemahaman bahasa juga menjadi terganggu. “Komunikasi di dunia nyata berkurang. Selain itu bahasa tubuh dan nada suara, menjadi berkurang pula. Tak ada empati terhadap dunia nyata,” kata Heru.

Sumber : http://harianterbit.com/read/2014/09/11/8098/22/22/Pengaruh-Buruk-Sosial-Media-Terhadap-Anak