Penandatanganan MoU Kemitraan Rajawali Mart dan Peresmian Distribution Center Rajawali Mart di Pancoran

kemitraan-rajawalimart-1Dalam rangka Melebarkan sayap usahanya dalam bidang ritel demi memuaskan kebutuhan masyarakat Indonesia PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) berencana menggenapkan jumlah outlet Rajawali Mart dan Waroeng Rajawali yang saat ini, jumlah outlet milik RNI baru mencapai 150 outlet yang tersebar diseluruh Indonesia menjadi 250 outlet. Selain itu PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) juga berencana merambah bisnis properti dengan mengembangkan lahan kosong (landbank) miliknya di kawasan Hanggar, Pancoran, Jakarta Selatan seluas 6500 meter.

kemitraan-rajawalimart-2Direktur Utama PT RNI Ismed Hasan Putro saat mengatakan, dari 150 outlet yang sudah dibangun. Masing-masing outlet punya ukuran dan besaran investasi berbeda-beda, kisarannya ada di angka Rp 350 juta hingga Rp 500 juta per outlet. Keberadaan outlet-outlet tersebut dimaksudkan untuk memberikan kemudahan distribusi kebutuhan pokok masyarakat di Indonesia bukan sebagai pesaing ritel pedahulunya seperti Indomaret dan Alfamart.

“Mereka sudah besar, kita baru belajar, kita belajar dari mereka, jadi bukan menyaingi, tapi memberikan pilihan pada masyarakat dan menambah layanan masyarakat, kalau mereka saja kan tidak tertangani juga,” ujar Ismed saat acara Grand Opening Pusat Distrubusi RNI sekaligus Penandatanganan Memorandum of Understanding Kemitraan Rajawali Mart dan Peresmian Distribution Center Rajawali Mart di Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (10/9/2014).

kemitraan-rajawalimart-3Menurut Ismed, pembangunan outlet ini akan disebar di berbagai wilayah di Indonesia seperti Medan, Makassar, Palembang, Bali, Lombok, Surabaya, Malang, Semarang, Cirebon, Solo, Jogja, Banten, Jabodetabek, dan Jawa Barat.

“Paling banyak di Bali ada 30 outlet, karena kita merintisnya di Bali dan ternyata trennya positif. Strateginya sama saja, jualan, harga kompetitif, hari tertentu bikin promosi,” tutup Ismed. “RNI tidak ingin menjadi konglomerat mart, kita hanya ingin menjadi distributor untuk kebutuhan masyarakat, yang kita harapkan kepemilikannya masyarakat, bahkan yang 250 ini kalau masyarakat mau beli kita jual.Kita cukup punya 50 outlet cukup, nggak perlu banyak,” tegas dia.

Untuk bisnis properti saat ini, di lahan tersebut, sudah tersedia gudang Distribution Center (DC) dengan luas 500 meter persegi. Ismed Hasan Putro mengatakan, rencananya di atas lahan tersebut akan dibangun gedung setinggi 35 lantai. “Lahan di Hanggar ini adalah aset idle yang dimiliki oleh RNI. Luasnya 6500 meter lebih. Maunya tahun depan ada gedung dengan 35 lantai,” ujar Ismed usai acara Grand Opening Pusat Distrubusi RNI sekaligus Penandatanganan Memorandum of Understanding Kemitraan Rajawali Mart dan Peresmian Distribution Center Rajawali Mart di Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (10/9/2014).

kemitraan-rajawalimart-4Dia menjelaskan, untuk lahan ini pihaknya belum bisa menentukan jenis bangunan yang akan dikembangkan. Ismed mengaku masih harus mengkaji jenis bangunan apa yang punya prospek bernilai tambah. “Kita lihat kajiannya, kita belum bikin. Untuk properti, macam-macam tergantung tren kebutuhan masyarakat di sini apa, tergantung pasarnya, bisa perkantoran, hotel, apartemen, convention hall, tergantung,” tegas dia.

Ismed mengungkapkan, nantinya pengerjaan proyek ini sepenuhnya akan diserahkan kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Karya dan tidak menggandeng pihak swasta. “Tidak mau menggandeng swasta, kan BUMN juga mampu kok. Kita punya Adhi Karya, Waskita Karya, PP, Hutama Karya yang kemampuannya lebih besar dari swasta. Untuk apa ajak swasta? Nanti saya dibilang menguntungkan pihak lain, kalau sama-sama BUMN kan masuk kantong kiri dan kantong kanan,” tegas dia.

Dalam merealisasikan program usaha ini Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) bekerjasama dengan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) terkait pemberian fasilitas kredit waralaba kepada Rajawali Mart dan Waroeng Rajawali.

Dengan demikian, masyarakat yang ingin berbisnis dengan buka toko Rajawali Mart dan Waroeng Rajawali bisa dibantu dengan pinjaman dari bank milik negara tersebut. Kerjasama keduanya ini direalisasikan dalam bentuk Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang dilakukan oleh Direktur BRI Djarot Kusumayakti dengan Direktur Utama RNI Ismed Hasan Putro.

kemitraan-rajawalimart-5Direktur Bisnis UMKM Bank BRI Djarot Kusumayakti mengatakan, kerjasamanya kali ini dengan RNI adalah dalam rangka membantu perekonomian kecil. Dia menjelaskan, BRI tidak memberikan plafon tertentu untuk pembangunan program ini. “Kita tidak akan menargetkan harus mencapai sekian tidak, sehingga begitu siap Insya Allah kami masih siap membiayai,” jelas dia saat ditemui di Jakarta, Rabu (10/9/2014). Dia menambahkan, saat ini memang BRI belum menetapkan jumlah dana pasti untuk mendorong program tersebut. Namun, BRI siap menggelontorkan sejumlah uang untuk membantu RNI dalam hal kerja sama tersebut. “Saya enggak bisa sebut berapa, untuk petaninya, korporasi, ada beberapa skema yang kita buat.

kemitraan-rajawalimart-6Sekretaris Perusahaan BRI Budi Satria menyebutkan, dari bisnis waralaba yang dibangun RNI ini memiliki potensi kredit hingga mencapai Rp 40 miliar. “Perkiraan kebutuhan kredit waralaba untuk pembukaan Waroeng Rajawali sekitar Rp 160 juta sampai dengan Rp 240 juta,” ujar Budi saat acara Penandatanganan Memorandum of Understanding Kemitraan Rajawali Mart dan Peresmian Distribution Center Rajawali Mart di Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (10/9/2014). Dia menjelaskan, nantinya RNI menargetkan untuk membuka 500 gerai Waroeng Rajawali dengan total 100 Waroeng milik RNI dan 400 untuk kemitraan atau waralaba. (Salman Nusindo).