Peluncuran Produk Raja Air dan Raja Beras PT Rajawali Nusantara Indonesia

PT Rajawali Nusantara Indonesia tak henti-hentinya mengeluarkan produk-produk baru demi kepuasan masyarakat Indonesia. Setelah Raja Gula dan Raja Daging telah diluncurkan tahun lalu, PT Rajawali Nusantara Indonesia kembali meluncurkan dua produk baru yaitu produk air mineral bernama Raja Air dan produk beras bernama Raja Beras. Adapun kedua produk ini akan dijual secara ritail di gerai RNI dan retail modern.

IMG_3413 (raja beras karung)
IMG_3412 (raja air gelas botol)

IMG_3456 (pak ismed pidato terang)Dalam sela-sela peluncuran Raja Air dan Raja Beras, Ismed Hasan Putro selaku Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia menegaskan keinginan untuk tidak tergantung dari produk impor, utamanya beras sebagai bahan makanan pokok sebagian besar rakyat, mendorong Rajawali Nusantara Indonesia (RNI Group) membangun indutri penggilingan beras modern di berbeda wilayah Indonesia. Beras sebagai bahan makanan pokok rakyat sudah saatnya terjamin stok, kualitas dan harganya di seluruh wilayah Indonesia.

Oleh karena itu produksi yang menyangkut lahan pertanian, bibit, pupuk, teknologi dan petani sebagai pelaku utama dalam upaya kemandirian pangan mendesak segera diwujudkan. Impor bahan pangan, terutama beras, setiap tahun cenderung meningkat, Padahal kemampuan produksi beras nasional sebenarnya mencukupi dan bisa dikembangkan kearah kemandirian, jika semua pemangku kepentingan bergotong royong dalam semangat yang sama. Yaitu semangat kemandirian, semangat untuk tidak tergantung kepada bangsa lain untuk suatu kebutuhan yang sangat vital bagi rakyat.

IMG_3517 (pak ismed megang beras)Sudah saatnya rakyat menikmati beras yang layak dengan kandungan gizi dan keamanan yang baik. Beras yang ditanam dan diolah di tanah air sendiri, beras yang merupakan pengembangan dari benih-benih hasil pemuliaan anak bangsa sendiri. Pendek kata merupakan hasil dari rangkaian kegotong royongan anak bangsa sendiri.

Ismed Hasan Putro selaku Direktur PT Rajawali Nusantara Indonesia menjelaskan bahwa pengembangan kedua produk Raja Air dan Raja Beras merupakan hasil inovasi perseroan. “Nantinya kedua produk ini otomatis dipasarkan karena RNI sudah memiliki jaringan distribusi dan market,” ujarnya saat acara Peluncuran Produk air kemasan ”RAJA AIR” dan beras ”RAJA BERAS” di Gedung RNI. Beliau juga mengatakan latar belakang perseroan terjun dalam bisnis air minum mineral kemasan dikarenakan pertimbangan bisnis dan mengamanatkan Pasal 33 dalam UUD 1945 bahwa bumi dan air dikuasai negara. Untuk itu, BUMN sebagai instrument Negara masuk ke bisnis air.

IMG_3493 (pak ismed mencet tombol)Untuk produk Raja Air, sumber airnya dari pegunungan di wilayah Padalarang-Jawa Barat, Ungaran-Jawa Tengah, Pandaan-Jawa Timur dan Singaraja-Bali. Air kemasan tersebut diproduksi dalam bentuk gelas ukuran 330 ml, botol 600 ml dan 1.500 ml serta ukuran galon. Ismed mengatakan, pembangunan pabrik di tiga lokasi tersebut membutuhkan investasinya Rp 150 miliar. RNI menargetkan, pada 2017 mendatang kapasitas air perseroan mencapai 100.000 galon per tahun. “Untuk saat ini, Raja Air memasok 25.000 galon untuk lima jenis kemasan,” kata dia.

Sementara itu untuk produk Raja Beras, Ismed Hasan Putro menjelaskan progam ini merupakan amanat pemerintah untuk menuju swasembada pangan nasional. Manfaat lain adalah meningkatkan produktivitas sawah non teknis, menciptakan lapangan pekerjaan, efek ganda dalam peningkatan perputaran roda perekonomian serta meningkatkan pemasukan pajak daerah. Beliau juga menyampaikan, sebelum RNI masuk, petani hanya menghasilkan gabah kering panen (GKP) sebanyak 2,5 ton per hektar (ha) sekali panen dalam setahun. Kini setelah kerja sama dengan RNI, produksi GKP meningkat rata-rata 6 ton per ha atau 18 ton per tahun. Selanjutanya perseroan akan membangun pabrik rice mill di perkebunan sawit PT Laras Astra Kartika di Baturaja Sumatera Selatan dengan kapasitas 50.000 ton. (Salman RN)