Pelaksanaan Orientasi Karyawan Baru Rajawali Nusindo 2015

Tercapainya tujuan dari sebuah organisasi tidak lepas dari kerja keras orang-orang di dalamnya dan juga hubungan internal yang dijalankan. Demi mencapai tujuan-tujuan tersebut maka sebuah organisasi memerlukan sosok pemimpin yang mampu mengarahkan para karyawan dengan baik dan sabaliknya juga memerlukan karyawan yang memiliki etos kerja yang baik pula.
IMG_1453
Asset kunci yang sangat penting untuk pengembangan dan pencapaian tujuan organisasi atau suatu perusahaan adalah sumber daya manusia. Manusia sebagai salah satu bagian dari organisasi atau perusahaan yang memiliki potensi, keterampilan dan kemampuan individu sebagai tenaga kerja, memiliki peluang dan kesempatan untuk mengembangkannya. Oleh sebab itu manusia sangat dibutuhkan oleh organisasi secara keseluruhan.
Karyawan adalah sumber daya yang sangat penting dan sangat menentukan suksesnya perusahaan.Karyawan menurut Rhenald Kasali adalah orang-orang di dalam perusahaan yang tidak memegang jabatan struktural.(Rhenald Kasali, 2005:72)
Karyawan juga selalu disebut sebagai human capital, yang artinya Selain hal tersebut, posisi karyawan menjadi sangat penting disebabkan juga oleh hal berikut (John Tondowidjojo, 2005: 27) :

a. Mereka sangat berpengaruh atas tanggung jawab, produksi, kualitas, kuantitas dan pelayanan.
b. Karyawan merupakan juru bicara dan perwakilan dari organisasi atau perusahaan terhadap dunia luar.
c. Karyawan sangat menentukan wujud penampilan organisasi.

IMG_1465Kinerja adalah sikap, nilai moral, serta alasan internal maupun eksternal yang mendorong seseorang untuk bekerja atau bertindak dalam profesinya.Atau kinerja (performance) berarti, pelaksanaan kerja, pencapaian kerja atau hasil kerja atau unjuk kerja atau penampilan kerja.
Kinerja dipengaruhi oleh faktor-faktor antara lain kepuasan karyawan, kemampuan karyawan, motivasi, lingkungan kerja, kepemimpinan (Kuswadi, 2006:27). Kinerja meliputi beberapa aspek, yaitu:
a) Quality of work (kualitas pekerjaan)
b) Promptness (kecepatan dan ketepatan hasil kerja)
c) Initiative (kemampuan mengambil inisiatif)
d) Capability (kesanggupan atau kemauan melaksanakan pekerjaan)
e) Communication (kemampuan komunikasi dengan lingkungannya)

Karyawan bisa belajar seberapa besar kinerja mereka melalui sarana informal, seperti komentar yang baik dari mitra kerja, tetapi penilaian kerja mengacu pada suatu sistem formal dan terstruktur yang mengukur, menilai, dan mempengaruhi sifat-sifat yang berkaitan dengan pekerjaan, perilaku, dan hasil, termasuk tingkat ketidakhadiran.
Fokusnya adalah untuk mengetahui seberapa produktif seorang karyawan dan apakah ia bisa bekerja sama atau lebih efektif pada masa yang akan datang, sehingga karyawan, organisasi, dan masyarakat semuanya memperoleh manfaat.
Kegiatan penilaian kerja adalah bagian dari sistem manajemen kinerja yang berkembang dalam perjalanan waktu. Sistem-sistem semacam ini dilandasi kepercayaan bahwa kinerja individu bervariasi dalam perjalanan waktu dan bahwa individu bisa berpengaruh terhadap kinerja mereka.(Randall S. Schuler Dan Susan E. Jackson, 2005:93).

IMG_1482Jadi suatu sistem manajemen kinerja yang efektif umumnya menjalankan dua tujuan:
a) Tujuan evaluasi yang membiarkan orang tahu dimana posisinya.
b) Tujuan pengembangan yang memberikan informasi dan arahan tertentu kepada individu, sehingga ia dapat memperbaiki kinerjanya.
Maka dari itu Sehubungan dengan peningkatan pemahaman dasar yang mencakup kegiatan-kegiatan sumber daya manusia lainnya seperti kompensasi, promosi, perencanaan, pengembangan dan pelatihan, serta validasi sistem seleksi untuk ketaatan hukum khususnya bagi karyawan baru, PT. Rajawali Nusindo melaksanakan Program Orientasi Karyawan Baru yang dilkasanakan di Ruang Auditorium Lantai 6 Gedung RNI.
Orientasi Karyawan Baru ini dilaksanakan selama 3 hari terhitung dari tanggal 14-15 September 21, 2015. Sedangkan untuk Peserta yang mengikuti Program Orientasi Karyawan Baru terdiri dari karyawan baru sebanyak 16 orang dan karyawan PKWT Kantor Pusat yang bergabung terhitung per tahun 2014 sebanyak 8 orang.

IMG_1464Pada hari pertama, pembukaan OKB di buka dengan arahan dari GM SDM dan Umum Gita Indriani dan dilanjutkan dengan penjelasan Orientasi Korporasi yang mencakup; Sejarah Perusahaan, Organisasi Perusahaan, Bidang Bisnis Perusahaan, GCG, dan Manajemen Resiko yang disampaikan oleh Manager Sekretariat Perusahaan, Yanto Togi Marpaung. Pada Hari kedua pelaksanaan OKB, di isi dengan penjelasan tentang Pengelolaan dan proses Bisnis PT Rajawali Nusindo, yang disamapaikan oleh Manager Distribusi HC Fery Priyadi. Setelah break ishoma, OKB pun dilanjutkan dengan penjelasan tentang Pengelolaan SDM PT. Rajawali Nusindo yang mencakup; Perjanjian Kerja Bersama, Kedisiplinan & Tata Tertib, Pengelolaan SDM Sistem

Rekruitmen, Sistem Pengembangan Karyawan, Prinsip-prinsip Hubungan Industrial, Fungsi dan Peran Karyawan dalam Hubungan Industrial, Ketentuan Pokok dalam Hubungan Industrial PT. Rajawali Nusindo, yang disampaikan oleh GM SDM dan Umum Gita Indriani. Dan Pada Hari Terakhir pelaksanaan OKB, di isi dan ditutup dengan dengan Kelas Internal Auditor, Kelas Asisten Pembukuan, dan Kelas Supervisor Salesman, Salesman & Marketing. (Salman Nusindo)