Meningkatkan Efficiency Pergudangan Melalui Pelatihan Warehouse Management System PT Rajawali Nusindo 2017

IMG_7687 1 Dewasa ini, efektifitas serta efisiensi dalam operasional aktifitas pergudangan menjadi suatu hal yang diharapkan oleh seluruh perusahaan distribusi untuk mencapai laba peusahaan dan kepuasan para pelanggannya. Kendati demikian, harapan tersebut tidak luput dari beberapa hambatan dan kendala pada palaksanaannya, dilihat dari hambatan dan kendala yang sering muncul seperti kesulitan menempatkan barang karena gudang telah penuh, kesulitan mengidentifikasi suatu produk karena penyimpanannya tidak efektif dan membutuhkan waktu yang lama dalam mencari suatu produk di gudang diperlukan formula atau metode khusus untuk menangani hambatan dan kendala yang sedang terjadi.

Klasifikasi gudang yang baik adalah gudang yang mempunyai kemampuan untuk memaksimalkan ruang, peralatan, memberikan kemudahan karyawan gudang dalam mengakses barang-barang yang disimpan dan keamanan serta keselamatan kerja. Gudang pun mempunyai peran dan fungsi yang semakin penting dalam sistem Distribusi dan rantai pasok. Gudang tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan, namun juga mempunyai peran sebagai Terminal Konsulidasi, pusat distribusi, sebagai tempat Break-Bulk Operation, In-Transit Mixing, dan sebagai tempat Cross-Dock Operation.

Semua itu tidak terlepas dari peranan SDM (karyawan) sebagai pelaksanaan kegiatan pergudangan, karena, kunci keberhasilan dalam aktifitas distribusi dan pelayanan terhadap rantai pasok digudang berada pada SDM yang mempunyai kualitas yang baik.

Pentingnya peran HRD (Human Resource Departement) guna menerapkan strategi apa yang diterapkan dalam menciptakan SDM yang mempunyai nilai efektifitas dalam bekerja, yaitu dengan Pengembangan Kompetensi dan Training (Pelatihan).

Pelatihan memang sudah seharusnya tidak terlepas dari program peningkatan kinerja. Karena dengan pelatihan, SDM di suatu perusahaan akan mendapat banyak ilmu baru yang akan memberikan dampak positif terhadap kemajuan perusahaan dan kepuasan para pelanggannya.

IMG_7215Begitu halnya dengan PT Rajawali Nusindo, untuk mencapai kemampuan pengelolaan warehouse dengan tingkat efektifitas dan efesiensi yang tinggi, perlu adanya sebuah pelatihan khusus mengenai Warehouse Management. Bertempat di Lantai 6 Gedung RNI tanggal 20-22 Februari 2017, PT Rajawali Nusindo menyelenggarakan Training Warehouse Management yang diikuti oleh 42 Cabang Kepala Gudang Rajawali Nusindo seluruh Indonesia.

Maksud dan tujuan penyelenggaraan pelatihan ini diharapkan kepala gudang cabang mampu mengerti dan memahami peran dan fungsi sistem pergudangan, menguasai aspek-aspek serta faktor-faktor yang mempunyai peran utama dalam aktifitas pergudangan dan mampu merencanakan, mengevaluasi dan mengelola sistem manajemen pergudangan yang tepat dan efektif di cabang Rajawali Nusindo.

“Amanah regulasi Permenkes yang mewajibkan tata cara CDOB (Cara Distribusi Obat yang Baik) dan CDAKB (Cara Distribusi Alat Kesehatan yang Baik) mewajibkaan kita untuk mendapatkan keilmuan tentang bagaimana penataan, layout, dan penyimpanan, kesempatan itu kita kumpulkan untuk mendapatkan ilmu dan merefresh kembali tentang warehouse dan Inventory management.” Demikian yang disampaikan M Gufron, Manager Logistik Rajawali Nusindo.

Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB) adalah pedoman yang memuat aspek-aspek cara distribusi obat yang baik atau Good Distribution Practice (GDP). Aspek itu diantaranya Manajemen Mutu, Organisasi manajemen dan personalia, bangunan dan peralatan, operasional, inspeksi diri, transportasi, fasilitas distribusi berdasarkan kontrak dan dokumentasi.

M Gufron pun menambahkan, “dengan bertambahnya Pricipal dan regulasi permenkes keilmuan mengenai Inventory Management pun sangat diperlukan tidak hanya dalam gudang, tetapi juga bagaimana kualitas mutu barang tersebut masih terjaga mutunya hingga ke pelanggan”.

Kegiatan yang diselenggarakan 3 hari ini, banyak sekali memberikan manfaat, ilmu dan wawasan baru khususnya bagi kepala gudang yang diharapkan bisa memberikan kontribusi lebih dalam pengaplikasian Standar Oprasional digudang.

POLITEKNIKMPOS INDONESIARangkaian pembahasan materi Warehouse Management hari pertama, disampaikan langsung oleh Team dari Politeknik Pos Indonesia dengan materi Peran dan Fungsi pergudangan yang disampaikan oleh Ketua Prodi D3 Logistik Bisnis Edi Supardi, Warehouse Layout oleh Direktur Politeknik Pos Indonesia Agus Purnomo dan 5R Basic Training oleh Dosen Prodi Logistik Bisnis Amri Yanuar. Metode penyampaian materi pun bervariatif. Tidak hanya penyampaian materi saja, dalam pembahasan materi Warehouse Layout, Peserta diajak untuk langsung mensimulasikan dengan gambar tata letak penataan barang-barang gudang guna menghindari adanya kendala-kendala seperti kemacetan akibat penempatan barang yang tidak pada tempatnya.

IMG_7633 1Kegiatan hari kedua, peserta pelatihan melaksanakan Benchmarking (Studi Banding) ke gudang PT Kimia Farma Kantor Cabang Tangerang yang beralamatkan di Jalan Raya Pondok Kacang Timur No 10 Kecamatan Pondok Aren Tangerang Selatan. Tujuan dari pelaksanaan benchmark ini yaitu untuk meningkatkan mutu mengenai wawasan dan pengetahuan pergudangan yang ada di gudang kimia farma, menentukan kebijakan-kebijakan baru untuk PT Rajawali Nusindo dalam pengeloan gudang dan sertifikasi CDOB.

Dalam sambutannya, Kepala Cabang PT Kimia Farma cabang Tangerang memberikan apresiasi dan harapan mengenai kegiatan benchmark antara PT Rajawali Nusindo dengan PT Kimia Farma. “kegiatan ini mudah-mudahan bisa memberikan manfaat, pengetahuan serta pengalaman baru untuk para peserta Benchmarking,” ungkapnya.

IMG_7803 1Dalam kesempatan dihari ketiga pelatihan, salah satu pesertapun mengungkapkan manfaat dan pemahaman apa yang didapat selama pelatihan dan Benchmarking. Dalam wawancara dengan Kelapa Gudang dan PJ Alkes Rajawali Nusindo Cabang Kupang Maria Gidelfrida Himalani Lukas mengungkapkan, begitu banyaknya manfaat yang didapat dari penyelenggaraan pelatihan warehouse management dan kunjungan langsung ke salah satu PBF (Perusahaan Besar Farmasi) yaitu PT Kimia Farma. “Dari kegiatan Warehouse Management Trainning kemarin banyak pelajaran baru seperti penerapan 5R didalam gudang, berbagai peran dan fungsi pergudangan yang baru saya ketahui dalam hal siklus pengadaan barang, penerimaan barang, penyimpanan barang, pengeluaran barang serta aktivitas pergudangan. Tentang Kunjungan langsung ke salah satu PBF sehingga lebih menambah wawasan dengan melihat banyak perbedaan yang dimiliki pada cabang kami.” Ungkap Maria. Di akhir sesi wawancara, Maria juga menyampaikan harapannya “Mengenai kegiatan Trainning warehouse management yang saya ikuti harapannya saya dapat mengaplikasikan materi yang saya terima dengan baik dan cabang kupang segera mendapatkan sertifikat CDOB disusul sertifikat CDAKB” Ungkapnya. (Rizki Nusindo)