Beginilah Kiat Rajawali Nusindo untuk Kembangkan Bisnis

 ((Kanan) Direktur Health Care PT Rajawali Nusindo, Lukmannul Hakim dan Direktur Utama PT Rajawali Nusindo, Sutiyono (kiri))

Distribusi merupakan elemen penting untuk menyebarkan berbagai produk ke seluruh penjuru nusantara. Dengan pemerataan jalur distribusi, bukan tak mungkin akan terjadi penyamarataan harga akan sebuah produk. Salah satu perusahaan yang concern menggarap jalur ini adalah PT Rajawali Nusindo anak perusahaan PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI). Perusahaan yang sudah berdiri sejak 1964 ini berhasil menjadi oase akan keinginan masyarakat untuk mendapatkan produk dengan harga murah.

“Kita ambil contoh, saat pertama mendistribusikan gula ke daerah perbatasan, di Kepulauan Natuna. Saat itu, harga gula per kilo mencapai Rp 24 ribu/kg. Harga tersebut melonjak karena sulitnya mendapatkan pasokan. Namun semenjak kita masuk, harga gula bisa stabil ke angka Rp 14 Ribu/kg. Disitulah kita menyadari pentingnya peran distribusi,” ujar Direktur Utama PT Rajawali Nusindo, Sutiyono.

 Tak hanya produk pokok seperti gula, Nusindo juga mendistribusikan berbagai produk dari berbagai bidang usaha yang berdiri di bawah payung perusahaanya seperti produk argoindustri, pharmaceutical, trading, sembako, CPO dan lain sebagainya demi memenuhi kebutuhan konsumen.

Disamping mengoptimalkan jaringan distribusi melalui 42 cabang yang tersebar diseluruh Indonesia, PT Rajawali Nusindo juga terus mengembangkan bisnis trading yang meliputi agro bisnis antara lain pupuk dan agro industrial berupa pemenuhan kebutuhan pabrikasi yang difokuskan pada program ISC (integrated supply chain) baik dilingkungan RNI Grup, BUMN maupun Swasta. Namun, seiring berjalannya waktu dan makin berkembangnya perusahaan yang menawarkan jasa distribusi, RNI bergerak cepat dengan melakukan inovasi terhadap brand.

Gulirkan e-Commerce

 Pada kuartal III tahun 2016 silam, RNI mendirikan e-Commerce dengan nama pasarprodukbumn.comyang pelaksanaannya dijalankan oleh PT Rajawali Nusindo. Melakukan aktualisasi di dunia digital memang wajib hukumnya. Menurut data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), jumlah pengguna internet di Indonesia sendiri sudah mencapai angka 120 juta jiwa. Oleh karena itu, agak aneh apabila sebuah lembaga maupun instansi tak melakukan aktivasi di dunia digital. Meskipun dibilang telat untuk terjun di ranah digital, langkah yang dilakukan RNI masih patut untuk diacungi jempol.

 Melalui platform pasarprodukbumn.com, RNI memasarkan berbagai produk BUMN dan UKM secara online. Dengan pemasaran online, artinya jarak, waktu serta biaya yang digunakan dalam proses distribusi konvensional bisa dipangkas sedemikian rupa. “Jika sudah demikian, bukan tak mungkin harga yang kita tawarkan akan jauh lebih murah dibandingkan dengan pasar-pasar modern,” tambah Sutiyono.

 Ia juga menuturkan, sudah banyak pihak asing yang tertarik akan produk yang dikembangkan oleh BUMN lainnya. Namun ia masih menahan keinginan tersebut karena ingin memfokuskan diri untuk mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM) terlebih dahulu. Menurutnya, mempersiapkan SDM adalah hal penting dibandingkan dengan mengincar keuntungan semata.

 “Keuntungan bisa diraih seiring berjalannya waktu. Saat ini kita fokus untuk memperbaiki proses internalisasi dulu. Saat ini, proses pengembangan SDM kita sudah mencapat tahap finishing,” ujar Direktur Health Care PT Rajawali Nusindo, Lukmannul Hakim.

 Lukman juga menambahkan, dengan adanya pasarprodukbumn.com, RNI menargetkan laba bersih Rp 76 miliar. Angka ini melonjak Rp 23 miliar jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Kita nantikan saja apakah RNI bisa merengkuh target tersebut atau tidak.

Dikutip dari http://www.bisnisupdate.com/begini-kiat-rajawali-nusindo-untuk-kembangkan-bisnis.html