Category Archives: Information Technology

Modus Penipuan di Sosial Media dan Cara Menghindarinya

Pengguna sosial media di kawasan Asia-Pasifik diperkirakan akan mencapai 1 miliar pada akhir tahun ini. Jumlah tersebut lebih banyak hampir lima kali lipat jika dibandingkan dengan jumlah pengguna media sosial di Amerika Utara, demikian menurut laporan studi yang dirilis Webcertain Group.
Dengan jumlah tersebut, selain akan bertambahnya dampak sosial media di kalangan masyarakat seperti Jejaring Sosial Dapat Menyebabkan Anti Sosial, juga semakin menjadikan media sosial sebagai sarana favorit para penjahat cyber untuk melakukan aksinya.

Banyak modus penipuan di sosial media yang digunakan penjahat cyber untuk menyebarkan virus ke PC dan smartphone, atau mencuri informasi pribadi dengan memikat pengguna untuk mengklik situs palsu. Mereka memancing pengguna untuk menginstal aplikasi tertentu melalui posting media sosial atau menipu pengguna untuk mengklik situs yang menyebabkan infeksi virus atau malware. Menurut perusahaan keamanan komputasi Trend Micro, ada 9 modus penipuan di sosial media yang saat ini banyak bermunculan atau menjamur. Apakah itu? Simak penjelasanya berikut ini.
Modus Penipuan di Sosial Media yang Harus Diwaspadai
1. Aplikasi Facebook Color Changer

Sebuah aplikasi yang menawarkan fitur untuk mengubah warna laman Facebook. Selanjutnya aplikasi ini akan mengarahkan pengguna ke situs palsu dan mengelabui mereka untuk berbagi aplikasi dengan teman-teman, termasuk menggunakan video tutorial untuk mengelabui pengguna agar mengklik iklan. Aplikasi ini dapat membajak profil pengguna dan profil teman-temannya, bahkan menginfeksi perangkat mobile dengan virus.

2. Aplikasi Who Viewed Your Facebook Profile

Aplikasi yang memungkinkan pengguna untuk mengetahui atau memeriksa siapa saja yang melihat profil Facebook nya. Namun setelah mengklik, profil pengguna dan jaringan sosialnya akan langsung terkena scammer.

3. Video Facebook dengan judul yang menarik dan mencolok

Banyak video yang bertebaran di Facebook dengan judul menarik dan profokatif. Hati-hati, karena ini adalah salah satu cara penjahat cyber memancing minat pengguna untuk mengklik video yang sebenarnya mengarahkan mereka ke situs palsu dan bertujuan untuk mencuri informasi pribadi. Penipuan ini juga dapat menyebabkan infeksi virus ke perangkat pengguna, seperti Rootkit yang sulit untuk dihapus.

4. Video Telanjang di Facebook

Selain judul yang menarik dan profokatif, bentuk penipuan Facebook juga sering berisi video telanjang yang biasanya datang dalam bentuk iklan atau posting dengan link yang mengarahkan pengguna ke situs YouTube palsu. Situs palsu tersebut kemudian meminta pengguna menginstal updater untuk memperbaiki Adobe Flash Player mereka yang “rusak”. Setelah diklik, installer Flash Player palsu tersebut akan menginfeksi perangkat dengan menginstal malware (biasanya Trojan) sebagai plugin browser.

5. Aplikasi InstLikeapp di Instagram

Ribuan pengguna di seluruh dunia telah menginstal aplikasi InstLike dengan harapan bisa meningkatkan pengikut dan “penyuka” profil Instagram mereka. Sayangnya, aplikasi ini ternyata mencuri password dan informasi pribadi lain. Meskipun sejumlah laporan mengenai metode penipuan ini telah dipublikasikan, masih banyak pengguna yang tanpa sadar ditipu, karena InstLike masih saja beredar dengan bebas di toko aplikasi.

6. Aplikasi Twitter Instant Followers

Aplikasi ini menjanjikan penambahan followers Twitter secara instan, biasanya menyebabkan pengguna menjadi korban scammers, yang mempengaruhi bahkan menyerang akun pengguna dengan virus.

7. Penipuan dengan Umpan Twitter

Beberapa penipuan mengirim pesan seperti “Aku baru saja melihat fotomu ini” untuk mengelabui pengguna agar mengklik link berbahaya dalam kotak pesan. Scammer bisa membajak akun pengguna Twitter dan mengirim pesan spam ke teman-teman mereka, mengarahkan mereka ke situs yang bisa mencuri informasi pribadi.

8. Permainan Kencan di Tumblr

Fitur palsu ini dalam pesannya telah memikat banyak pengguna untuk mengklik link dan membuat akun kencan, yang kemudian akan membawa mereka ke laman iklan atau halaman situs dewasa yang menghasilkan pendapatan bagi scammer.

9. Posting Palsu di Pinterest

Pinterest palsu ini menawarkan hadiah gratis untuk memancing pengguna ke situs survei palsu atau situs phishing. Aplikasi ini juga mengirim spam ke pengikut mereka untuk memperluas serangannya.

Cara Menghindari Penipuan di Sosial Media

Ada beberapa cara supaya para pengguna sosial media bisa mencegah dan terhindar dari berbagai penipuan online atau kejahatan di dunia maya, diantaranya sebagai berikut.
• Jangan sembarangan mengklik aplikasi atau video yang di posting
• Selalu memeriksa sumber link dan aplikasi yang di posting
• Mengubah password akun sosial media secara teratur
• Gunakan password yang unik dan kuat, seperti kombinasi huruf dan angka
• Pastikan membuat password yang berbeda antara satu akun dengan akun yang lain
• Jika perlu, gunakan aplikasi keamanan terkemuka untuk perlindungan privasi
Itulah sedikit informasi mengenai modus kejahatan atau penipuan di sosial media dan cara mencegahnya. Tetaplah selalu waspada ketika kita berselancar di dunia maya. Semoga bermanfaat.

Sumber : http://dawaihati.com/modus-penipuan-di-sosial-media-dan-cara-menghindarinya/

Dampak Positif dan Negatif Menggunakan Sosial Media

Berbicara sosial media sekarang ini memang sudah tidak asing lagi dikalangan masyarakat, hampir tiap individu menggunakan media sosial dari yang muda hingga yang tua baik untuk berbinis maupun hanya sebatas terhubung dengan teman.
Dengan adanya sosial media memang sangatlah membantu kita dalam berhubungan dengan orang lain, baik teman maupun saudara. Namun di dalam kemudahan itu juga terdapat dampak positif serta negatifnya, berikut akan dijelaskan dampak yang terjadi dalam penggunaan media sosial.

Dampak Positif
• Sebagai tempat promosi Dengan banyaknya orang yang menggunakan jejaring sosial, membuka kesempatan kita untuk mempromosikan produk/jasa yang kita tawarkan
• Ajang memperbanyak teman, Dapat menambah teman baru maupun relasi bisnis dengan mudah
• Sebagai media komunikasi, Mempermudah komunikasi kita dengan orang-orang, baik dalam maupun luar negeri Tempat mencari informasi, Banyak juga instansi pencari berita yang menggunakan media sosial sebagai media penyeberannya
• Tempat berbagi, Dengan fitur yanga ada pada media sosial kita dapat dengan mudah saling bertukar data baik berupa foto, dokumen, maupun pesan suara

Dampak Negatif
• Munculnya tindak kejahatan, Banyak juga orang yang menggunakan media sosial sebagai alat untuk melakukan kejahatan seperti contohnya penculikan dan penipuan
• Mengganggu hubungan antar pasangan, Media sosial juga dapat memicu kecemburuan antar pasangan jika memang pasangan itu berhubungan yang tidak wajar dengan orang lain
• Menimbulkan sifat candu, Media sosial juga dapat menimbulkan candu yang dapat mengakibatkan sifat penggunanya menjadi autis atau lebih menutup diri pada kehidupan sekitar

Seperti itulah dampak negatif dan positif dari penggunaan media sosial, tetapi semua kembali lagi kepada orang yang menggunakannya. Media sosial hanyalah alat pengubung dan kita selaku pengguna harus menggunakannya dengan baik dan bijak.

Sumber: http://bukukotakkotak.blogspot.com/2013/12/dampak-positif-dan-negatif-menggunakan.html

Pengaruh Buruk Sosial Media Terhadap Anak

Dua ilmuwan Eropa melakukan penelitian mengenai dampak negatif yang ditimbulkan jejaring sosial di dunia maya. Penelitian itu menyurvei sekitar 50 ribu orang di seluruh Italia selama kurun waktu dua tahun.
Dua ilmuwan itu adalah Fabio Sabatini dari Sapienza University of Rome di Italia dan Francesco Sarracino dari Statec di Luxembourg. Mereka menyimpulkan interaksi yang dilakukan secara langsung (face to face) dapat lebih meningkatkan tingkat kepercayaan kepada seseorang. Rasa percaya yang timbul, pada akhirnya memiliki dampak positif terhadap kesejahteraan seseorang. Sementara, dengan media online, interaksi tergantikan dengan komunikasi digital.

Hal ini menurut peneliti, berdampak negatif karena menurunkan tingkat kepercayaan seseorang kepada orang lain. Ketua Umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), Semuel Abrijani Pangerapan, mengatakan, dampak negatif yang ditimbulkan pada aktivitas jejaring sosial, adalah ketika remaja dan anak-anak kecanduan dan tidak mengenal waktu. “Mereka selalu update terhadap situs jejaring sosial yang mereka miliki,” kata pria yang akrab disapa Semmy ini kepada Harian Terbit di Jakarta, Rabu (10/9) kemarin. Ia menuturkan, hal tersebut dapat menjadi salah satu faktor yang belakangan ini marak kasus penculikan terhadap gadis remaja setelah berkenalan lewat jejaring sosial. “Coba lihat, ada juga yang melarikan diri atau kabur dari rumah setelah berkomunikasi dengan teman jejaring sosialnya,” imbuhnya.

Semmy menambahkan, dampak negatif situs jejaring sosial lainnya muncul pada perubahan sikap yang ditunjukan setelah remaja tersebut kecanduan. “Perilaku malas timbul karena terlalu asyik dengan jejaring sosial, mereka juga lupa akan kewajiban sebagai pelajar,” tuturnya.

Selain itu, mereka juga akan cenderung lebih egois dan tidak peduli dengan lingkungan sekitar. “Waktu yang mereka miliki dihabiskan untuk internet,” tandasnya.
Pengamat teknologi informasi, Heru Sutadi, menambahkan, tingkat pemahaman bahasa juga menjadi terganggu. “Komunikasi di dunia nyata berkurang. Selain itu bahasa tubuh dan nada suara, menjadi berkurang pula. Tak ada empati terhadap dunia nyata,” kata Heru.

Sumber : http://harianterbit.com/read/2014/09/11/8098/22/22/Pengaruh-Buruk-Sosial-Media-Terhadap-Anak