Business review kuartal 2010 rajawali nusindo

Business Review Kuartal III Tahun 2010 – PT Rajawali Nusindo

Wewenang dan tanggungjawab merupakan kunci terlaksana atau tidaknya suatu aktivitas. Di wewenang dan tanggungjawab ini terletak fungsi perencanaan aktivitas-aktivitas yang akan dilaksanakan. Wewenang dan tanggungjawab ini pula deskripsi pekerjaan dan tugas yang akan dilaksanakan oleh orang yang menduduki jabatan di unit organisasi tersebut.

Semua aktivitas harus secara sistematik tersiklus dengan baik, salah satunya adalah dengan pendekatan PDCA-Plan, Do, Check and Action. Metode ini dipopulerkan oleh W. Edwards Deming, yang sering dianggap sebagai bapak pengendalian kualitas modern sehingga sering juga disebut dengan siklus Deming. Belakangan, Deming memodifikasi PDCA menjadi PDSA (“Plan, Do, Study, Act”) untuk lebih menggambarkan rekomendasinya.

Nusindo dengan 42 cabang tersebar di seluruh Indonesia memahami arti penting ‘Check’ dalam proses bisnis yang berjalan saat ini, sehingga review/kajian atas hasil implementasi rencana kerja 2010 yang telah ditetapkan sebelumnya dipastikan selalu on the right track.

Pada tanggal 26 Oktober – 5 November 2010 bertempat di Jakarta dilaksanakan kegiatan Business Review atas hasil kinerja Kuartal III tahun 2010.  Review tersebut dilakukan secara bertahap dengan membagi cabang kedalam 4 kelompok. Acara ini merupakan agenda rutin 4 bulanan sebagai sarana monitoring kinerja cabang dan sebagai media problem solving atas segala permasalahan yang ada. Dalam acara ini setiap Kepala Cabang diwajibkan mempresentasikan realisasi kinerjanya per pilar bisnis, hambatan yang dihadapi, support yang dibutuhkan termasuk action plan ke depan.

Dalam arahannya Bapak Rahmat Hidayat menekankan agar cabang menitikberatkan agar menjaga keseimbangan cashflow dengan melakukan percepatan penagihan, deal terkait pemberian uang muka pembelian yang proporsional serta melakukan pemesanan jumlah stok yang lebih akurat lagi. Tidak hanya itu, beliau pun berpesan bahwa cabang senantiasa meningkatkan pengawasan intern dengan mengacu kepada SOP yang ada dan berkomunikasi secara intens dengan Kantor Pusat jika terjadi permasalahan yang membutuhkan support dari Kantor Pusat.

Kacab sebagai perpanjangan tangan Direksi dituntut untuk mencapai KPI yang sudah disepakati yang tidak hanya berorientasi hasil, namun juga proses bisnis yang benar mulai dari perencanaan, eksekusi, monitoring dan review. Seluruh komponen tersebut harus dikuasai seorang Kacab, tidak hanya sisi operasional saja namun juga sisi finansialnya, demikian tegas Pak Rahmat Hidayat.

Peningkatan kemampuan managerial dan evaluasi Kacab agar senantiasa ditingkatkan antara lain dengan cara membaca dan memahami laporan operasional dan laporan keuangan sebagai sarana evaluasi dan penentuan strategi kedepan, melakukan evaluasi atas pekerjaan dan produktifitas tenaga operasional melalui pembinaan dan monitoring kinerja yang konsisten serta mengintensifkan meeting secara rutin misalnya setiap minggu dan dibuatkan Minutes of Meeting (MoM) yang dipantau terus secara berkesinambungan perkembangannya. Demikian arahan Pak Saerozi dengan gaya bicara yang khas penuh ketegasan.

Melengkapi sisi operasional, Pak Welly Bend berpesan bahwa mapping potensi outlet agar disempurnakan, dengan melakukannya secara bertahap berdasarkan skala prioritas, service level agar terus ditingkatkan sehingga kedekatan kita dengan pelanggan menjadi lebih baik lagi. Kepala Cabang agar tidak hanya mengandalkan penjualan tender saja, namun penjualan rutin yang memberikan dampak jangka panjang harus lebih dikembangkan lagi. Di sisi lain Pak Welly juga menekankan agar Cabang terus menyempurnakan implementasi CDOB (Cara Distribusi Obat yang Baik), hal ini penting karena tidak semata-mata dari sisi ketaatan akan regulasi saja namun juga praktik ini sangat menguntungkan distributor guna lebih meningkatkan pelayanan kepada pelanggan.

Selama jalannya Business Review, terjadi berbagai macam tema diskusi berdasarkan permasalahan yang ada mengingat peserta dari tiap kelompok Business Review digabung yaitu terdiri dari Cabang yang mendistrisibusikan produk Philips dan Non Philips sehingga diharapkan terjadi asimilasi pengetahuan yang saling melengkapi.

Dengan adanya forum ini maka terlihat jelas kompetensi para Kacab dalam menguasai proses bisnis Nusindo serta tingkat Managerial-nya dalam menggerakkan cabang untuk lebih maju dan berkembang. Kompetensi para Kacab secara otomatis lebih terasah dan meningkat dari waktu ke waktu.

Dari hasil seluruh presentasi para Kacab atas realisasi kinerja sampai dengan September 2010 dan estimasi Oktober-Desember 2010 didapat bahwa anggaran 2010 dapat tercapai. Itulah salah satu bentuk hasil pentingnya untuk terus melakukan review dan introspeksi guna peningkatan yang berkesinambungan. “Selesaikanlah dulu ‘kau’ dengan ‘dirimu’, baru kau dan orang-orang lain di sekitarmu”, demikian pepatah bijak mengatakan.