Board of Commissioner

Djoko Retnadi

Jabatan: Komisaris Utama
Djoko Retnadi, menyelesaikan S1 di fakultas Ekonomi UGM, jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan, Konsentrasi pada Moneter dan Perbankan pada tahun 1988, pada tahun 1999 berkesempatan menjalani tugas belajar di S2 di Monash University Melbourne dan meraih gelar Master of Business, konsentrasi pada Finance and Banking, pada tahun 2000

Perjalanan karier sebelum menjabat sebagai Direktur Strategi Bisnis & Inovasi di PT. RNI, memulai karir sejak tahun 1988 di BRI Pusat di Jakarta. sejak 2005 menempati pos sebagai Kepala Grup Perencanaan Strategi BRI Pusat, selama menempati posisi sebagai Kepala Grup Riset, Djoko aktif sebagai kolomnis dan nara sumber di media massa terkemuka seperti Kompas, Bisnis Indonesia, Kontan, Pengembangan Perbankan, Suara Pembaruan, Infobank dsb dan sebelum bergabung dengan RNI beliau sempat menjabat sebagai wakil Pemimpin Wilayah BRI Banjarmasin, Bandung dan Jakarta. Diangkat sebagai Komisaris Utama PT. Rajawali Nusindo sejak Nopember 2014.

 

Mohammad Najib

Jabatan: Komisaris
Mohammad Najib, mendapat gelar Akuntan dari Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro dan memperoleh gelar CA dari IAI tahun 2014 dan memperoleh Sertifikasi Konsultan Pajak (Negara) dari IKPI tahun 2002 kemudian meraih gelar Magister Manajemen Keuangan dari Universitas Bhayangkara tahun 2003 serta Magister Agribisnis dari Universitas Gajahmada tahun 2009.

Berkarir di PT. RNI sejak tahun 1989 dengan jabatan saat ini sebagai Kepala Divisi Pengelolaan Aset dan Pajak sejak tahun 2014, sebelumnya pernah menjabat sebagai Asisten Deputi Direktur Investasi, Kabid. Keuangan dan Akuntansi PT PG Rajawali II dan Kepala Divisi Keuangan PT. RNI serta Kepala Divisi Perencanaan dan Pengembangan PT. RNI dan juga pernah menjabat sebagai Sekretaris Dewan Komisaris PT. Phapros Tbk. Diangkat sebagai Komisaris PT. Rajawali Nusindo sejak Maret 2012.

Disamping di PT. RNI, sampai saat ini sebagai Ketua Harian Forum Keuangan PTPN I s/d XIV dan PT. RNI dan Ketua Team PPN PTPN Gula dan PT. RNI. Pada tahun 2011 sebagai Ketua Tim Perumus Penerapan PSAK berbasis IFRS untuk PTPN I s/d XIV dan PT. RNI. Pernah menjabat sebagai Dewan Pengawas dan Bendarahara di Kopkar PT. RNI (Kokarindo)

dr. Zaenal Abidin, M.HKes

Jabatan: Komisaris
dr. Zaenal Abidin, M.HKes lahir di Soppeng, 5 APRIL 1965. Melanjutkan pendidikan Magister Hukum Kesehatan pada Program Pasca Sarjana Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin dan menyelesaikannya dengan memuaskan (IPK 3.90) dengan tesis yang berjudul Tinjauan Hukum Penerapan Fungsi Sosial Rumah Sakit Swasta di DKI Jakarta serta berhak menyandang gelar Magister Hukum Kesehatan (M.Hkes) (2009). Dari tesis ini kemudian ditulis menjadi sebuah buku dengan judul: Bayar Dulu, Baru Dirawat, Menelusuri Fungsi Sosial Rumah Sakit Swasta (2009).

BEBERAPA JABATAN PENTING YANG SEDANG/PERNAH DIJALANI

Menjadi Ketua Umum PB IDI periode 2012 – 2015, yang dipilih berdasarkan Muktamar IDI ke 27 di Palembang pada tahun 2009 dan telah dikukuhkan pada tanggal 24 November 2012 pada Muktamar IDI ke-28 di Makassar.
Jabatan lain yang pernah dijalani sebagai berikut:

  • Sekretaris Pelaksana Tim Penilai Kesehatan pasangan Capres dan Cawapres RI pada Pemilu 2004
  • Sekretaris Pelaksanan Tim Penilai Kesehatan Calon Hakim Agung RI Tahun 2006
  • Anggota Pengarah Tim Penilai Kesehatan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta 2007
  • Sekretaris Pelaksana Tim Penilai Kesehatan pasangan Capres dan Cawapres RI pada Pemilu 2009

PENGALAMAN ORGANISASI

Pengalaman organisasi yang pernah digeluti saat menjadi mahasiswa antara lain:
Ketua Umum Badan Koordinasi HMI Indonesia Bagian Timur pada tahun 1990 hingga 1992 serta menjadi anggota Majelis Pekerja Kongres PB HMI 1993 hingga 1995.

Sedangkan pada organisasi profesi antara lain:

  • Dua kali menjadi Wakil Sekretaris Jenderal pada periode 2000 – 2003 dan 2003 – 2006.
  • Sekretaris Jenderal PB IDI sejak tahun 2006 hingga 2009.
  • Tahun 2001 ikut mendirikan Primer Koperasi IDI (Primkop IDI).
  • Tahun 2007 bersama beberapa teman menggagas kegiatan “Menongsong Seabad Kipra Dokter Indonesia dan Seabad Kebangkitan Nasional”, dengan kegiatan pendukung, (a) diskusi publik bulanan sejak Mei 2007 hingga April 2008, (b) Dokter Kecil Award IDI, (c) Indomedica Expo, (d) seminar/urung rembug (e) membebaskan dan menyumbangkan jasa medik dokter pada tanggal 20 Mei, dengan puncaknya acaranya diperingati 20 Mei 2008 yang kemudian tanggal tersebut ditetapkan sebagai Hari Bakti Dokter Indonesia.
  • Tahun 2008 ikut mendirikan Masyarakat Hukum Kesehatan Indonesia tahun 2008 dan ikut aktif di dalamnya.
  • Tahun 2009, mendirikan Yayasan Gerakan Masyarakat Sadar Gizi Indonesia, dan terlibat sebagai Dewan Pembinan serta aktif dalam berbagai kegiatan-kegiatanya.
  • Koordinator Departemen Sosial dan Tanggap Bencana BPP Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (2009 – 2014)
  • Tahun 2011, mendirikan Lembaga Kajian Kesehatan dan Pembangunan dan aktif sebagai koodinator forum kajian.
  • Ketua Umum PB Ikatan Dokter Indonesia (2012 – 2014)